Dialog Dua Hati

Judul sebuah lagu emang, tapi mau dikasih judul apa lagi yang pas jika ungkapan itu memang pantas di tempatkan sebagai judul dari postingan ini 🙂

—————————————————–

 

Sore itu, Rhien merasakan gundah, setelah beberapa saat tadi dia berbicara dengan suami tercintanya. Entah kenapa, dihati wanita yang baru beberapa bulan berumah tangga itu, diliputi keresahan yang mendalam. Dan ini semua terkait dengan masa lalu suaminya.

Siang tadi, Rhien sempat mengecek HP suaminya, dan tanpa sengaja dia menemukan sebuah SMS dari seorang wanita yang dulu pernah “dekat” dengan suaminya. Meskipun SMS itu berisikan hal yang wajar saja, namun karena sang pengirim adalah wanita dari masa lalu suaminya, membuat Rhien sedikit gundah.

Rhien ingat, ketika mereka memutuskan untuk menikah, suaminya menceritakan semua masa lalunya yang kelam, dan Rhien bisa terima hal itu sebagai masa lalu dari sang suami. Namun, seiring berjalannya waktu, masa lalu itu tetaplah masa lalu yang terkadang memunculkan kekhawatiran dalam hati Rhien

Dan puncaknya, adalah sebuah tulisan yang terpublishkan oleh sang suami di sebuah media, tentang masa lalu yang masih membayangi. Sungguh, Rhien bukan sedih karena masa lalu suaminya, namun kenapa masa lalu itu dituliskan suaminya dan menjadi konsumsi publik???

—————————————————–

 

Rey sedang duduk di depan komputer di ruang kerjanya. Barusan dia terlibat sedikit perbincangan dengan istri tercintanya yang baru beberapa bulan dinikahinya. Masalahnya adalah, tentang masa lalu dirinya.

Sejak awal, Rey sudah menjelaskan tentang masa lalunya yang rada kelam kepada istrinya. Termasuk, traumanya kepada wanita, akibat sebuah perlakuan yang tidak mengenakkan yang dialaminya dari seorang wanita di masa lalunya.

Dan sebuah kesalahan yang akhirnya membuat Rey mesti sedikit berbeda pendapat dengan istrinya, ketika Rey menampilkan sebuah tulisan tentang masa lalunya dan itu tidak bisa diterima oleh istrinya

Dan sekarang, Rey hanya bisa terdiam!

——————————————————

 

Pagi hari, pukul 02.30, Rey terbangun. Penyesalan akan kesalahan yang membuat dirinya tidak bisa tidur nyenyak malam itu. Dan kemudian dia membangunkan Rhien, istrinya tercinta, mengajaknya untuk shalat malam bersama

Dalam sujud di shalat malam itu, Rey berdoa untuk menjadikan dirinya sebagai suami yang baik, menghargai dan menghormati istri tercintanya, termasuk menjaga perasaannya. Sedangkan Rhien, berdoa untuk bisa menerima sikap suaminya meski terkadang memang menyakitkan jika mengingat semuanya. Dan mereka berdua larut dalam munajat kepada sang Maha Kuasa

Lepas shalat malam, Rey mengajak Rhien bicara, dan mengakui semua kesalahannya, termasuk bahwa masa lalunya hanyalah mereka berdua yang berhak tahu, bukan untuk diceritakan kepada yang lain. Rey sadar, hatinya telah terkait pada Rhien, dan masa lalu itu adalah masa lalu. Lembaran sejarah yang sudah semestinya ‘tutup buku’. Dan bersama Rhien, masa depan membentang untuk di tempuh bersama.

Rey tidak pernah menyesal memilih Rhien sebagai istrinya, dan baginya, Rhien adalah bidadari yang diciptakan untuknya di muka bumi. Meski mereka harus memulai dari titik nol (atau mungkin minus) untuk hidup bersama, namun Rey bahagia menjalani semuanya. Dia menyadari, bagaimanapun juga, sebagai wanita, Rhien mempunyai perasaan yang harus dihargai, juga semestinya di mengerti

Rhien pun menyadari, hidup bersama Rey adalah pilihannya. Dan cukuplah cinta mereka berdua untuk menyatukan hati mereka
(The End)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: