Menikah Untuk Berubah

Saat orang menikah, biasanya dia akan mendapatkan salam serta ucapan “selamat menempuh hidup baru”. Sebenarnya apakah setelah menikah kita mendapatkan hidup baru serta meninggalkan hidup lama kita??

Setelah menikah, pastilah setiap orang akan mengalami masa transisi perubahan kebiasaan dalam hidupnya. Tentu saja, karena yang biasanya cuman ngurusin diri sendiri, after merrid akan jadi mengurusi hal pasangannya 🙂

Dan aku tentu saja menjadi salah satu yang mengalami hal tersebut. Meski baru 4 minggu menjalani “kehidupan yang baru”, tapi banyak hal yang berubah dalam keseharianku 🙂 . Sebut saja kebiasaan pola makan, sejak kuliah sampai aku bekerja di Jakarta dan kemudian pindah ke Surabaya, aku jarang sarapan pagi. Biasanya kalo waktu kuliah aku melakukan Brunch alias breakfast and lunch, yaitu sarapan yang digabung makan siang pada sekitar jam 11 an  🙂 . Setelah lulus kuliah dan kemudian kerja, aku gak pernah makan pagi dirumah dan selalu makan nasi di waktu istirahat siang jam 12 dan biasanya di warung. Setelah menikah, jam 7 pagi aku sudah mesti sarapan di rumah, serta kemudian membawa bekal ransum makan ke kantor  🙂 . Meski menu nya sederhana, tapi tentu saja nikmat karena istri yang nyiapin  🙂

Belum lagi kebiasaan nyuci baju yang seminggu sekali saat masih bujang, sekarang hampir tiap hari baju ku selalu bersih karena istri yang nyucikan, jadi gak perlu khawatir kalo kehabisan baju bersih untuk ngantor.

Istriku ini, meski rada galak dan cerewet (sorry ya say, buka kartu  🙂 ), tapi teliti sekali dalam kebutuhanku. Selain itu, juga care banget dengan kondisi fisik . Paling suka protes dengan perutku yang makin lama makin maju. Emang sih, semenjak kerja, udah gak pernah olah raga lagi, karena full day di kantor, praktis hari minggu (sabtu aku masih ngantor) sebagai hari libur ku habiskan dengan tidur dan istirahat di kos saat masih belum nikah. Dan meski masih kurus, tapi berat badanku udah mulai merambat naik dari 57 menjadi 62 kilo. Jadilah, setiap pagi mesti sit up buat mengecilkan perut 🙂

Dan ini dia yang paling fenomenal, seminggu setelah nikah, aku dibuatkan jadwal harian yang tetap. Mulai dari bangun tidur di pagi hari, yang mesti harus terjaga sebelum shubuh agar dapat waktu buat qiyamul lail, sampai malam tiba untuk tidur, semuanya diatur.

Aku yang terbiasa hidup bebas, jadi garuk-garuk kepala sendiri ngebaca jadwal harian tersebut. Untunglah, aku emang suka iseng, jadinya aku bilang aja sama istriku bahwa “peraturan dibuat untuk dilanggar serta peraturan tidak berlaku kalo disembunyikan peraturannya” 🙂 Bagaimana rasanya?? Beraneka macam yang tak bisa diungkapkan dengan kata.

Namun meskipun demikian, anda akan mengalami hal tersebut ketika anda akhirnya memutuskan untuk menikah. Menikah dulu baru akan menikmatinya

PS : buat semua sodaraku yang masih membujang, ayo..buruan nikah:)

Iklan

2 komentar

  1. selamat temanten baru !

  2. Heri Muryanto · · Balas

    Thanks ya bang, atas motivasinya. Pingin seh. Tapi sebenarnya hati ini masih terlalu kotor. Harus dibersihkan dulu. Biar niatnya bener. Nah klo udah, bru nyari calonnya. Semoga secepatnya “kebetulan” ketemu. 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: