Hadiah dari Istriku

Anda terbiasa memakai jam tangan? Di tangan sebelah mana anda biasa memakainya, kanan atau kiri? Tulisan ini memang berisikan tentang jam tangan

Tapi sebelum saya menuliskan tentang jam tangan saya, saya punya sebuah falsafah tentang jam tangan. Buat saya, jam tangan itu merupakan sebuah benda yang mempunyai 3 simbol

Simbol yang pertama, jam tangan menunjukkan sebuah kedinamisan dan harmonisasi yang saling terkait dan terikat. Dalam sebuah jam, ada jarum pendek yang menunjukkan jam, jarum panjang yang menunjukkan menit dan jarum panjang lain yang berdetak setiap detiknya. Jika salah satu jarum mati, maka jam tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Jadi bisa di bayangkan, begitu dinamis dan harmonisnya kerja dari sebuah jam.

Simbol yang kedua, jam menunjukkan komitmen. Jika anda berjanji untuk datang pukul 12 siang, maka anda bisa melihat jam tangan anda, dan kemudian segera bergegas untuk memenuhi janji anda datang jam 12 siang. Dan dari mana anda tahu kalo saat itu jam 12 siang? Tentu saja dari jam yang anda kenakan. Dengan melihat jam, maka anda bisa memenuhi komitmen anda.

Dan simbol yang terakhir, jam menunjukkan waktu. Tak peduli bagaimana dan sedang apa anda, jam akan terus berdetak mengikuti waktu yang terus berjalan. Dan dengan jam pula, anda dapat menyadari betapa berharganya waktu yang telah anda gunakan selama ini.

Dari ketiga simbol diatas, semuanya dapat disimpulkan bahwa jam itu melambangkan sebuah kebaikan. Dan kebaikan, selama ini diterjemahkan dalam kehidupan sengan simbol sebelah kanan. Karena itu pula, saya terbiasa menggunakan jam tangan di sebelah kanan, tangan yang dipergunakan untuk makan, mengambil sesuatu serta bersalaman, dibandingkan dengan tangan kiri yang digunakan untuk (maaf) cebok saat BAK atau BAB.

Okelah, itu tadi sekedar pembuka dari saya, whateverlah anda dalam menyikapinya, karena saya sendiri tahu bahwa menggunkan jam tangan adalah kebiasaan. Jika sudah biasa memakai di tangan kiri, susah juga jika pindah ke tangan kanan, lagian juga malah ada yang risih kalo memakai jam tangan J

Saya menulis ini, terinspirasikan ketika jam tangan yang biasa saya kenakan sehari-hari rusak. Rusaknya sebenarnya gak parah, hanya kaca depannya pecah. Pecah ketika istri saya tanpa sengaja menjatuhkan jam tangan tersebut dari meja di kamar. Awalnya hanya retakan-retakan kecil di tengah kaca yang kemudian memanjang sampai ke tepi. Namun kemudian lama-lama retakan tersebut lepas sehingga membentuk bolongan. Jam nya sendiri masih aktif dan berdetak pada awalnya. Namun mungkin karena ada retakan yang halus yang masuk ke dalam sela jarumnya, membuat jam tersebut kemudian mati mendadak.

Istri sebenarnya memohon maaf karena sudah merusakkan jam tanganku tersebut. Aku sendiri sebenarnya tidak mempermasalahkannya, thoh jam tangan tersebut pemberian dari seseorang, dan masih ku pakai karena lebih mengutamakan daya fungsinya, yaitu waktu. Tapi tetap saja istriku merasa tidak enak L

Walhasil, selama sebulan aku sempat tidak memakai jam tangan. Sebenarnya gak terlalu masalah sih, soalnya masih bisa lihat jam di HP. Tapi tetap aja gak enak karena mesti ngambil HP dulu dari kantongnya.

Sampai akhirnya kemaren, bareng istri aku jalan ke mall, sebenarnya kami sengaja ke mall buat ‘ngerayain’ kesembuhanku. Setelah makan, gak taunya istriku ngajak ke toko jam buat nyari jam tangan baru buatku. Tentu saja, aku kaget dan yang pastinya bahagia. Setelah beberapa saat, akhirnya aku jatuhkan pilihan ke sebuah jam tangan yang desainnya sederhana dan simple. Jadi sekarang aku dapatkan sebuah jam tangan yang merupakan pemberian dari istriku (walau belinya jam tangan tersebut juga pakai duitku J )

Dan tentu saja, jam tangan tersebut aku pakai di tangan kananku J

Iklan

One comment

  1. ndak pernah pake jam tangan lagi sejak punya HaPe.

    gimana kabar mas? kapan saya dikasih ponakan? 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: