Times To Changes

Akhir Februari 2007

Habis sakit Hepatitis A, kayaknya ketularan dari teman kantor, soalnya ada 3 orang teman kantor yang juga sakit yang sama. Sempat nginap di RS selama 3 hari, karena mual dan muntah terus menerus sehingga kondisi tubuh jadi drop.

Secara bersamaan, rotasi pegawai Depkes mulai dibuka. Istri mencoba daftar PTT di daerah Indonesia timur, kalopun gak tembus maka kami siap pindah ke ambon karena ada tawqaran dari PKPU ambon buat kerja disana. Konsekuensinya adalah, aku mesti keluar dari kerjaan

Awal Maret 2007

Mengajukan permohonan mengundurkan diri. Secara kebetulan kontrak kerjaku berakhir awal Maret. Sedianya akan diperpanjang dan diangkat (mungkin), tapi aku memilih untuk mendampingi istri di tempat kerjanya

Pulang ke Wonogiri, ternyata malah diajak ke Jakarta sekalian buat ngenalin istri ke keluarga besar (maklum, orang Padang)

Di Jakarta malah dapat tawaran lagi soal kerja di perkebunan kelapa sawit di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Tapi untuk sementara aku simpan dulu, karena mau dampingin istri ke Maluku

Pulang ke Surabaya, istri akhirnya keterima PTT di Ternate, Alhamdulillah

Akhir Maret 2007

Persiapan mo berangkat ke Ternate. Masya Allah, waktu istri pembekalan di Dinkes Prov Jatim, gak taunya besoknya pagi jam 6 mesti berangkat. Akhirnya, siang itu pula kalang kabut nyari tiket pesawat yang sama dengan istri. Alhamdulillah, akhirnya dapet.

Well…. Akhirnya kami untuk pertama kalinya naek pesawat (norak yah…!!! 🙂  )

Masih bingung, bagaimana nanti di ternate, alhamdulillah ternyata dari Surabaya ada dokter PTT juga ke Malut, jadi ada temannya. Sampai di ternate, ada orang ternate yang merupakan teman dari teman dokter PTT yang satu lagi yang ngejemput. Setelah makan siang (yang porsinya masya Allah banyaknya J ) akhirnya nginap di hotel

Awal April 2007

3 hari di hotel menguras cukup dalam uang kami, Alhamdulillah lagi ada tantenya teman dokter PTT juga yang menyilahkan kami untuk tinggal sementara dengannya

Mulai ngurus adminsitrasi PTT, ditempatkan di puskesmas kota, dan mulai nyari rumah kos karena belum dapat rumah dinas

Mulai nyari kerjaan, di ternate biaya hidup sangat tinggi. Jika di Surabaya, dengan uang 5 ribu sudah bisa dapat makan + minum, maka di ternate paling tidak harus sedia 15 ribu dengan porsi yang sama. Sudah masukin lamaran kebeberapa perusahaan, tinggal nunggu panggilan (kalo di panggil J )

Sempat stress juga, karena biasanya punya aktifitas di siang hari di kantor, sekarang cuma bengong aja dirumah L semoga bisa dapat kerjaan. Amin..!!!

Dan akhirnya sekarang, kami tinggal di sebuah kamar kos yang dekat dengan tempat kerja istri. Semoga kami bisa menjalani episode kehidupan ini dengan baik J

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: