Tour Of Moti Island

Senin, tanggal 30 April kemaren adalah hari pertama “Tour of Moti Island”. Awalnya ketika temen istri yang PTT disana, Ikhsan nawarin buat maen ke Moti. Setelah ijin sama istri (maklum, pria beristri euy J ) akhirnya jadilah berangkat ke Moti

Kami berangkat bertiga, saya, Ikhsan dan satu lagi dokter PTT juga di Kep. Sula, Novi. Pada awalnya, rencana berangkat pagi sekali jam 5 pagi naek speedboat. Tapi akhirnya disepakati berangkat jam 8 pagi, kumpul di pelabuhan Bastiong. Oh yah, di Ternate ada banyak pelabuhan, maklum daerah kepulauan. Namun pelabuhan umum yang menjadi pusat transportasi ada dua yaitu pelabuhan Ahmad Yani, yang merupakan pelabuhan nasional, melayani kapal besar denga  trayek Papua-Jakarta serta kapal tanker dan kargo. Sedangkan yang satu lagi adalah pelabuhan  Bastiong yang melayani penyebarangan jarak dekat disekitar Maluku Utara.

Dari Bastiong, kami naek speedboat kecil menuju Tidore. Speedboat dalam bahasa setempat biasa disebut Speed saja (Dan kebanyakan, orang ternate suka menyingkat sebuah nama dengan menyebut kata depannya saja, semisal kantor gubernur biasa disebut kantor gub saja). Perjalanan Ternate – Tidore hanya memerlukan waktu 15 menit saja, karena sangat dekat. Sesampainya di pelabuhan Rum (Tidore), perjalanan disambung menggunakan angkot menuju pelabuhan Tomoulou. Jarak Rum – Tomoulou dapat ditempuh dengan angkot sekitar 20 menit saja. Sampai di pelabuhan, kami dijemput oleh speed puskesmas.

Tomoulou – Moti memakan waktu sekitar 30 menit, dan melewati sebuah pulau dulu baru sampai Moti. Pulau tersebut adalah pulau Mare. Ada yang unik dari Mare, menurut cerita penduduk setempat, salah satu sudut pulau Mare memiliki tebing yang kalo dilihat mirip (maaf) kemaluan perempuan J

Sampai di Moti, kami di sambut oleh cuaca yang panas dan tak ada listrik sehingga tak ada kipas menyala. Moti memang belum ada listrik tetap, sehingga jika malam tiba, penduduk menggunakan genset untuk menyalakan lampu, dan itupun juga tidak lama, paling dari jam 7 sore sampai jam 11 malam.

Setelah bertemu dengan dr. Taat, kepala puskesmas Moti, maka banyak rencana dibuat. Sore itu juga, kami akan pergi mancing ke tengah laut. Sore sekitar jam 3, kami segera berangkat melaut menggunakan speed. Perjalanan ke tengah laut sangat mengasyikkan. Dan hasilnya, meski cuma dapat ikan tidak banyak, namun seru karena kami sempat kehujanan ketika mancing, namun rasa dingin terhapus ketika mendapatkan ikan Dolosi yang berhasil di pancing J

Menjelang maghrib, sekitar jam 18.30 WIT kami pulang. Sampainya di rumah, segera membersihkan diri dan kemudian makan malam serta istirahat.

Esoknya, setelah memenuhi panggilan pasien di balik gunung (bagian lain dari Moti), kami merancang acara untuk membakar ikan hasil tangkapan kemaren. Dan pantai Tuma menjadi tujuan kami. Di temani oleh Fadel, Ello, Itex, Romi, Bu Mala dan Atina, kami makan siang di pantai Tuma dengan menu Ikan bakar, Dabu-dabu (sambal khas Ternate), serta sagu dengan kopi dan dilengkapi tentunya adalah kelapa muda yang sangat segar sekali. Subhanallah sekali, makan di tepi pantai bersama teman-teman dengan memandang Pulau Tidore, Mare dan Ternate di kejauhan, sangat nikmat rasanya

Saat menunggu ikan bakar, kami mencari Bilolo (kalo diBandung namanya kumang, kalo di jawa namanya pompongan), laut di buat maenan yang disebut Bilolo naek haji. Bilolo, di letakkan di dalam lubang pasir yang ditengahnya di tancapkan dahan kering. Bilolo itu akan berusaha mencari jalan keluar dengan cara memanjat dahan tersebut

Malamnya, kami melakukan Basilo (menangkap gurita). Basilo di lakukan dengan cara berjalan di tepi laut yang dangkal, sebatas betis / lutut dan diterangi oleh cahaya lampu petromaks sambil mencari gurita dan ditangkap dengan tangan langsung. Sepertinya mudah, namun  yang sulit adalah membedakan gurita dengan batu karang karena hampir sama warnanya. Dan hasilnya, sangat seru, meski cuma dapat 2 gurita, namun asyik banget karena baru kali ini saya memegang gurita hidup

Hari Rabu, kami tidak banyak melakukan kegiatan. Selain ngantuk, karena semalam begadang nonton bola, juga sorenya maen bola di lapangan. Tapi kamisnya, saya naek Jiop. Jiop adalah perahu nelayan yang digunakan untuk menjaring ikan. Jiop biasanya lama berputar-putar untuk melihat tempat yang banyak ikan, setelah di tandai dengan daun kering maka Jiop kemudian melempar jaringnya. Diantara awak Jiop ada yang terjun ke laut untuk mengarahkan ikan menuju jaring. Jaringpun ditebar secara melingkar hingga sampai di titik awal penebaran jaring. Namun kali ini kami rada sial, karen tidak ada ikan yang nyangkut di jaring. Padahal awalnya saya udah semangat buat liat ikan yang ada serta makan ikan mentah J (kebiasaan di Moti, makan ikan mentah hasil tangkapan)

Esoknya, saya mesti balik ke Ternate karena ada keperluan. Dan Subhanallah, selama 4 hari di Moti, banyak petualangan yang seru yang mungkin gak akan saya dapatkan ketika saya masih di Surabaya. Meski masih banyak hal yang belum terlaksana, seperti makan ikan mentah, naek Bajeko (sama seperti Jiop namun biasa berlayar malam hari) serta naek sampan dayung, namun banyak hal baru yang sudah saya dapatkan

Oh ya, satu lagi. Akhirnya saya kesampaian buat ngelihat lumba-lumba secara langsung di laut lepas. Dulu pernah lihat lumba-lumba pula saat nyeberang di sulat Sunda, dan sekarang saya bisa melihat lumba-lumba yang asyik meloncat dari air secara bergerombol, bukan satu-satu seperti di sirkus atau Ancol.

Dalam perjalanan pulang, saya naek speed langsung Moti-Bastiong, dan meski sempat kehujanan hingga kedinginan, namun tetap seru. Jadi pengin balik ke Moti lagi, dan tentu saja kalo jadi ke Moti lagi bakalan ada Tour of Moti Seri II J

Credit

  1. Thanx buat Ikhsan, lu baik banget sampai ngajakin gw ke Moti, ntar gw balik ke sana lagi bareng istri yah J
  2. Thanx juga buat Novi, nemenin gw ke Moti juga. Sayang lu pulang duluan, jadi gak sempat naek Jiop dan liat lumba-lumba J
  3. Thanx juga buat dr. Taat, Fadel, Ello, Itex dan semua genx Moti atas penerimaannya yang baik selama di Moti Island. Ntar kita buat kaos dengan sablon depan bertulis “Hard Rock Moti” yuk J

All of picture in Moti, dapat dilihat di sini dan di sini

Iklan

4 komentar

  1. assalamu’alaikum…….wah sekarang di ternate ya ami? pengalaman baru ya di lingkungan yang baru:)

  2. Waahh.. enak neh jalan-jalan 🙂

  3. Assalamualaikum, hi Dek gimana kabar? melanglangbuana mana-mana nih:) i’m still here -in Bandoeng

  4. buat teh may
    ayo ke ternate teh
    mungkin dek bentar lagi bakalan makin melanglang buana maluku utara niy 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: