(lagi) Tentang PNS

Beberapa waktu lalu, saya pernah menulis tentang mengapa banyak orang mempunyai keinginan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Memang kalo dilihat sekarang, menjadi seorang PNS adalah pilihan termudah dari yang tersulit untuk mencari pekerjaan di saat lapangan kerja menjadi sulit.

Menjadi alasan yang masuk akal pula, bahwa perekrutan PNS  berlangsung setiap tahun di semua wilayah di seluruh Indonesia membuat kesempatan bekerja menjadi lebih terbuka di bandingkan mesti melamar ke banyak perusahaan yang belum tentu akan diterima ( jangankan dipertimbangkan, kadang surat lamaran langsung masuk tempat sampah

L )

Semenjak lulus, saya udah 3 kali bekerja. Yang pertama menjadi tenaga lepas di laboratorium komputer kampus, sejak tahun 2004 sampai 2006. Meski hanya menjadi operator dan admin, namun membuat saya sedikit belajar soal computer, dan tentu saja blog. Meski tidak begitu mahir dalam masalah hardware dan software computer, namun saya cukup bersyukur karena masih bisa mendapatkan ilmu yang jauh dari bidang kuliah saya, pertanian. Makanya, sempat nyesel juga saya, kenapa dulu gak kuliah di bidang informatika, karena ternyata serapan pekerjaan untuk masa depan, sangat luas sekali ( Tapi, whateverlah! Sudah jadi Sarjana Pertanian meski dengan IP pas-pasan saya  saja udah seneng kok J)

Yang kedua, saya sempat “nyasar” di sebuah bisnis indeks saham. Gara-garanya ketika habis lulus, saya nungguin tawarn kerja dari kakak sepupu di bidang pertanian, tapi karena belum jelas kapan kerjanya jadinya saya nerima tawaran menjadi “broker indeks”. Mungkin saya sedikit nyesel, kenapa kok mau kerja disana, tapi saya pikir mungkin itulah cara agar saya dapat belajar banyak ilmu di luar ilmu kuliah J

Yang ketiga, saya menjadi salah satu staf di CNI Surabaya. Tahu CNI khan? Kalo anda familier dengan usaha MLM, tentu saja anda tahu. Saya bukan distributor, tapi menjadi salah satu karyawan manajemen perusahaan. Pada awalnya, saya menjadi staf marketing. Kerjaannya, merancang agenda kegiatan bulanan perusahaan dalam nenunjang penjualan produk. Selama dua bulan saya berkutat dengan barang-barang produk, sampai kemudian saya dipindahkan ke bagian General Affair. Empat bulan saya berkutat dengan rumah tangga perusahaan, termasuk membawahi office boy, cleaning service, security dan teknisi. Satu lagi pelajaran yang saya dapatkan yang jauh dari dunia kuliah saya J

Dan sekarang, saya ada di Ternate. Sebuah keputusan yang teramat sulit, ketika saya memutuskan keluar dari CNI, disaat mencari pekerjaan teramat susah. Namun saya percaya, Allah maha adil dan rejeki Allah luas tempatnya J

Kembali lagi ke soal PNS, di Ternate, sebentar lagi (meski belum jelas kapan pelaksanaan, mungkin setelah Pilkada di bulan September), ada pembukaan CPNSD.Ada banyak pertanyaan (atau mungkin dukungan) kepada saya untuk ikut menjadi salah satu kontestan CPNS J

. Jujur saja, saya masih belum terlalu berminat. Namun ada satu catatan yang harus saya garis bawahi saat ini (suatu hal yang belum terpikirkan saat saya menulis tulisan yang dulu)

Hampir 80 % birokrat di Indonesia, terutama pejabat teras departemen, pejabat setingkat Dirjen, sampai pejabat setingkat Kepala Dinas Kabupaten adalah produk dari jaman Soeharto. Tentu saja, praktek KKN masih menjadi kebiasaan mereka. Mungkin hanya 20 % saja, pejabat yang professional dan tidak terkait secara langsung dengan virus KKN.

Pertanyaannya adalah, sudah berapa lama mereka berkarir sehingga bisa meraih jabatan tersebut?.

Jawabannya adalah, hitung saja usia pejabat tersebut, rata-rata mereka sudah berkarir selama 20 tahun (atau lebih) saat mereka menjadi pejabat. Seorang Kepala Dinas Kabupaten, paling tidak dia sudah mencapai golongan IVA. Okelah, mungkin saya keliru dalam hal golongan, jelas saja karena saya bukan PNS. Tapi saya justru melihat orientasi jangka panjang dari sebuah Partai Dakwah dalam hal ini yaitu PKS J

Dengan mengadopsi manhaj gerakan Tarbiyah Imam Syahid Hasan Al Banna, yang kemudian di terapkan di Indonesia, ada sebuah perbedaan yang nyata adalah ketika Imam Syahid menyerukan kepada para kadernya untuk tidak menjadi Pegawai Negeri, justru PKS saat ini menggiatkan para kadernya untuk menjadi PNS. Sebuah kontradiksi yang menarik sebenarnya, namun  justru disitulah saya melihat adanya sebuah visi dan misi dari PKS sebagai partai dakwah yang mempunyai cita-cita membangun bangsa dan umat

Ketika seorang ikhwah, saat baru lulus di usia 23 tahun, kemudian dia menjadi seorang PNS, dan saat yang lain pula, banyak ikhwah di berbagai daerah di tanah air menjadi seorang PNS pula, maka bayangkanlah 20 tahun kedepan ketika para ikhwah tersebut sudah menjadi PNS dengan golongan IV A, maka banyak jabatan kepala dinas (atau mungkin pula jabatan di pusat) yang di kelola dan tangani secara professional oleh manusia-manusia jujur yang tidak mempan dengan praktek KKN)

Saya membayangkan, 20 tahun kedepan, ada sebuah negara kepulauan yang makmur karena di kelola oleh para pejabat yang mempunyai intelektual tinggi, berintegritas dan professional, serta mempunyai mental jujur dalam mengelola pekerjaan. Negara tersebut juga adalah negara besar, diakui oleh negara-negara lain di dunia. Negara tersebut, bernama Indonesia!   

* Buat ikhwah yang udah jadi PNS, mari kita bangun bangsa ini
* Buat  yang lagi usaha jadi PNS, jaga idealisme yah 🙂
* Buat ustad-ustad di DPP, maaf ustad, hanya sebuah tulisan kecil J 

Iklan

5 komentar

  1. Hmmm… jadi mulai tumbuh semangat untuk berkarir di PNS…

  2. ninkroom · · Balas

    Allohu Akbar!!!! Tulisannya bagus.Membangkitkan semangat dan mengokohkan kembali tekad diri yang kini terasa melemah. Kurang lebih 2 tahun sudah saya bekerja sebagai PNS di Depdiknas.Awalnya saya merasa ‘terdampar’ disana, karena dari dulu saya tidak pernah punya keinginan dan cita-cita untuk membangun karir di PNS. Waktu itu cuma coba-coba aja dengan teman2 yang lain;daftar,ikut tes dan ga disangka bisa diterima. Dari situ saya mulai meluruskan niat dan membangun tekad, berharap semoga keberadaan saya sebagai PNS bisa menjadi ladang amal dan kontribusi untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi bangsa ini.Sejak itu, pikiran saya selalu dipenuhi dengan bayangan tentang realita yang akan saya hadapi nanti disana; ketidakdisiplinan, kinerja yang tidak baik, suap, uang ‘siluman’, korupsi, ngegosip, pragmatis, materialistik, hedonisme, dan berbagai pikiran yang serem2.Dan hal itulah yang saya hadapi hingga saat ini. Jika kita tidak memiliki kelurusan niat sejak awal dan kekuatan tekad untuk tetap teguh terhadap prinsip dan idealisme maka tidak menutup kemungkinan kita akan tergelincir.Akhirnya saya berharap agar semakin banyak teman-teman (ikhwah) yang bisa masuk PNS karena untuk bisa membawa perubahan bangsa ini ke arah yang lebih baik dibutuhkan orang yang jujur, profesional, punya kompetensi, dan berintegritas tinggi. Kalau bukan sebagian dari kita yang mengambil posisi itu, siapa lagi?

    ****Salam perjuangan untuk seluruh ikhwah, dimanapun ladang dakwah yang sedang antum garap, jangan pernah letih dan berhenti untuk menebarkan benih kebaikan disana. Semoga apa yang kita lakukan hari ini, bisa berarti untuk hari esok yang kita nanti. Allohu Akbar!!!*****

  3. setuju mas.. saya jg baru keterima jadi pns dengan cara murni bebas kkn.. yakinlah hanya dengan pertolongan Allah SWT dan jangan lupa jg rajin belajar biar lulus cpns..

  4. smart_aja · · Balas

    saudara2Q…
    kalao antum jadi PNS,dan 20 tahun indonesia dipimpin oleh kalian2…. akan dibentuk seperti apakah indonesia???? demokrasikah??? kapitaliskah?? sekulerkah?? komuniskah???
    atau campur aduk antara islam dan demokrasi???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: