Pesan Moral

PERINGATAN SEBENARNYA ATAU HANYA PEMANIS IKLAN?

Pertanyaan tersebut muncul saat saya mendapati sebuah iklan yang menyatakan bahwa menurut data BKKBN, 30 % remaja (putri?) di Indonesia melakukan sex pra nikah. Dalam artian, 3 dari 10 remaja di Indonesia, sudah tidak perawan ketika menikah. Dalam iklan tersebut juga dinyatakan untuk menjaga “keperawanan” untuk menjaga bagian kewanitaan dari remaja putri tersebut

Ada pertanyaan yang kemudian muncul di kepala saya. Yang pertama tentang pernyataan bahwa 30 % remaja putri di Indonesia, sudah tidak perawan lagi saat menikah. Terlepas apakah nanti mereka menikah dengan pria yang telah merenggut kesuciaannya, tapi yang jelas, mereka sudah melakukan hubungan intim sebelum nikah. Jika data ini benar (saya meskipun sedikit sangsi, namun karena sumbernya dari BKKBN mau tidak mau jadi rada percaya juga), maka bisa jadi wanita yang anda nikahi tidak lagi perawan.

Pertanyaan kedua adalah pernyataan dari iklan tersebut untuk menjaga kebersihan dari organ kewanitaannya, maka mesti menjaga keperawanan sampai nikah. Memang, ketika seorang wanita melakukan hubungan sex, maka resiko adanya Penyakit Sex Menular (PMS) akan menjadi besar, terlebih jika melakukan sex bebas dengan banyak pria. Beda halnya ketika menikah, dengan pria yang juga tidak pernah berhubungan sex, maka resiko terkena PMS sangatlah kecil atau mungkin tidak ada sama sekali. Namun, bukan itu yang menjadi focus saya. Melainkan apakah statemen menjaga keperawanan tersebut apakah memang pesan moral yang disampaikan oleh produk kewanitaan tersebut, atau hanya sekedar pernyataan pemanis demi menaikkan omzet penjualan J

Tapi whateverlah jika itu hanya sekedar pendongkrak nilai penjualan, karena setelah saya bandingkan dengan iklan sebuah “alat pengaman”, tentu saja pesan moral produk kewanitaan tersebut lebih mengena. Karena langsung pada inti permasalahan, yaitu menjaga keperawanan sampai saatnya menikah. Dengan demikian, menganjurkan hubungan yang benar, pernikahan, sehingga dapat melakukan hubungan intim. Sedangkan pada iklan “kondom”, lebih menekankan menggunakan kondom, biar tidak kena PMS. Dengan kata lain, berbuatlah sex bebas sesukamu, tapi pakailah kondom biar aman.

Sebuah iklan yang jelas menekankan segi komersil dari pada nilai social yang diberikan kepada masyarakat. Dan dalam hal ini, saya memberikan apresiasi khusus kepada iklan produk kewanitaan tersebut, dengan nilai social yang mendidik kepada masyarakat.

 

Iklan

6 komentar

  1. Kenikmatan hubungan sex sebenarnya hanyalah bonus dari sebuah tujuan reproduksi. Apabila memisahkan antara tujuan dengan iming-iming maka yang ada adalah penyimpangan.

    Tolak free sex!

    Penjaga Sanggar Mewah
    http://elfarid.multiply.com

  2. Wah, saya keberatan! Saya mati-matian menjaga kehormatan, masak saya harus mendapat yang perempuan yang tidak bisa menjaga kehormatannnya.

  3. assalamu’alaikum……khaifa haluk ami:)

  4. haduh… berat… dalem nih bahasannya hehehe… apa kabar kang andres? sekarang sibuk ngapa nih? tinggal di mana? (jawab semua yaa…) ^^

  5. Taqobbalallahu minna wa minkum mhn maaf lahir dan batin ya:)

  6. yah…. gawat ce indo./

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: