Sudah Saatnya, Kita didepan!

Harga minyak pasti naik. Itu adalah hal yang sudah dipastikan kebenarannya oleh pemerintah saat ini. Dan tidak punya alternatif lain, selain menaikkan harga BBM jika tidak ingin mengalami defisit dalam anggaran negara

Saya tidak akan menyorot kenapa pemerintah mengambil kebijakan tersebut, atau alternatif lain yang semestinya diambil pemerinta untuk menutup defisit APBN. Buat saya, pemerintah saat ini sudah gagal, tak perlu mencari alasan lain. Tapi saya justru ingin bicara soal komentar banyak pihak yang mengkritisi kebijakan SBY-JK untuk menaikkan harga BBM.

Tak kurang, mulai dari Gus Dur, Megawati bahkan juga para mentri di era Gus Dur dan Megawati ikut urun bicara. Semua menyatakan bahwa pemerintah tidak memihak rakyat dengan mengambil kebijakan yang tidak populis, menaikkan BBM.

Begitu mudahnya bicara, padahal saya sendiri belum lupa, saat Gus Dur menjabat presiden, dalam waktu hitungan bulan saja, sudah menaikkan BBM, demikian juga Megawati, setali tiga uang dengan Gus Dur, menjabat presiden dengan “record” menaikkan BBM juga.

Apa mereka lupa, jika mereka juga pernah melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan SBY, tapi mengkritisi saat mereka bukan sebagai presiden (dan punya niat jadi presiden lagi). Sungguh memalukan, karena saya yakin, seandainya mereka menjadi presiden kembali (saya sendiri berharap jangan sampai terjadi), pasti mereka juga akan menempuh cara yang sama seperti SBY saat ini, dengan alasan yang sama yaitu menutup defisit APBN

Contoh saja Rizal Ramli yang pernah menjadi menteri era Gus Dur, komentarnya termasuk paling pedas soal kenaikan BBM saat ini, tapi dia juga ikut mendukung presiden yang juga menaikkan BBM saat menjabat menteri

Bukan orang yang bisa komentar saja, namun tak mampu melakukan aksinya yang dibutuhkan negeri ini sebagai pemimpin. Tapi seseorang yang mempunyai jiwa besar, berjuang untuk negeri dan mengabdi bagi negara, menyejahterakan masyarakat tanpa kenal lelah, tidak berpikir jabatan dan kekuasaan. Tegas dengan pihak asing, berwibawa di depan masyrakat. Itulah yang dibutuhkan negeri ini.

Kita (pernah) punya orang seperti itu, Bung Karno, saat idealisme membangun bangsa masih menjadi pilihan. Meski kemudian surut perlahan saat kepentingan pihak tertentu mulai menguasai beliau. Kita butuh jiwa nasionalisme membangun negeri ini, kita butuh orang-orang muda yang bertenaga dan bersemangat membangun bangsa. Sudahlah, kalian yang sudah tua, berilah kami bimbingan dan nasehat, tapi biarkan kami yang bekerja. Masa anda sudah lewat wahai “orang tua”!

Iklan

One comment

  1. assalamu’alaikum, Kak…apa kabar? kekna sekarang jadi penduduk halsel yah? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: