33

Itu bukanlah angka yang perlu diseriusi, karena itu adalah ukuran celana saya 
Ya benar, setelah 2 tahun menikah, ukuran celana saya naik dari 30 = 33 alias, perut saya makin besar hehehehe, masalahnya adalah badan saya masih kecil saja, sehingga tampak buncit 
Bukan saya gak perduli dengan hal tersebut, cuman kok ya ngerasa males buat ngecilin perut . Mungkin kebiasaan orang Indonesia yang suka akan duduk, dibandingkan dengan berdiri. Demikian pula dengan saya, terbiasa duduk di tempat kerja, berbeda dengan beberapa tempat kerja terdahulu, kini saya lebih banyak duduk dibelakang meja, sebagai penanggungjawab bidang akademik di kampus saya 
Tapi, untung saya punya istri yang “cerewet”, dipaksalah saya buat olahraga, mulai lari, angkat barbel, sit up dan push up, sampai malah dibelikan L-Men hihihi . Habisnya saya ngeluh soalnya celana saya mulai terasa sempit, alias banyak celana saya yang akhirnya saya sumbangin buat baksos kampanye, soalnya udah gak muat lagi. Maklum, celana yang dibuat waktu masih bujang dulu, masih ukuran 30, padahal sekarang udah 33 
Ya udah deh, doain ya saya bisa ngecilin perut heheheh 

Iklan

2 komentar

  1. malam bang
    pa cabar?
    salam hangat selalu

    comandnya nanti saja

  2. assalaamu’alaikumWrWb, rindu moslem blogger, baik sebelum imb terbentuk maupun sesudahnya. salam ukhuwah n salam ciaattt… v(=^_^=)/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: