Belajar dari Bola Udara

Image

Pernahkah anda mencoba mengamati kejadian, ketika sebuah bola berisi udara kemudian di tekan kedalam air. Bola tersebut akan tenggelam ketika tekanan itu diberikan, semakin kuat anda menekan, maka bola tersebut akan semakin bergerak kebawah.

Ketika bola itu tenggelam, maka udara selalu menyertainya. Ketika kita tambahkan udara didalam bola tersebut, maka bola itu akan bergerak naik karena tekanan yang lebih kuat untuk menuju permukaan. Namun ketika udara tersebut tetap atau bahkan berkurang, maka bola tersebut akan semakin tenggelam

Namun cobalah anda lepas ketika bola tersebut masih ada didalam air, apa yang terjadi? Bola tersebut akan segera melenting ke atas dan kemudian mengambang di atas permukaan air.

Kenapa bisa demikian? Dalam ilmu fisika, kita mengenal tentang adanya hukum tekanan. “Tekanan yang diterima suatu benda merupakan besar gaya yang diterima benda tersebut pada luasan tertentu. Semakin besar gaya semakin besar pula tekanan, tapi semakin besar luas permukaan semakin kecil tekanan yang diterima benda tersebut”

Demikian pula hidup kita, sering kita mengalami tekanan seperti contoh bola tadi. Semakin besar tekanan hidup yang kita terima, maka akan semakin tenggelam kita pada lautan permasalahan itu. Namun seringnya kita lupa, bahwa tenggelamnya kita itu hanya sementara. Ketika masalah itu bisa segera diselesaikan, maka kita akan muncul kembali di permukaan atau kembali  normal

Kita sering pula tidak menyadari, jika kita adalah bola yang tenggelam dalam air tersebut, maka selalu ada udara yang menyertai kita. Dan tahukah anda, apakah yang dimaksud udara itu? Udara itu adalah keimanan dalam diri kita. Ketika kita mengalami masalah dan tertekan, maka perteballah rasa keimananmu dengan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahuwataala. Semakin kuat keimanan kita, maka akan memberikan kekuatan kita untuk segera menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi.

Beda halnya ketika kita justru menjauh dari Allah, maka iman terasa kering, hati terasa gersang dan ketika masalah menerpa, bukannya cepat selesai, justru kita semakin larut dalam kubangan problematika yang tak kunjung usai

Bukankah Allah telah berfirman dalam surat Al Baqarah  ayat 286 yang artinya : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahkannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya…..”

Maka sungguh jelas janji Allah, bahwa setiap masalah akan selalu mendapatkan jalan keluarnya. Dan setiap problem yang sedang kita hadapi saat ini, merupakan hal kecil yang Allah saja percaya bahwa kita bisa melewatinya dengan baik.

Tekanan demi tekanan yang Allah berikan dalam kehidupan kita, merupakan bentuk pendidikanNya kepada kita. Seperti baja yang ditempa dengan panas dan api, maka ketika begitu besar masalah yang kita hadapi, namun dengan keimanan yang tinggi, maka baja yang kuat dan kokoh itupun akan terbentuk dengan sendirinya. Wallahua’lambishshowwab

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: